Jakarta – Indonesia mencatat penurunan ekspor dan impor masing-masing sebesar 8,56 persen dan 15,18 persen.
Bulan lalu, nilai ekspor Indonesia tercatat sebesar US$21,45 miliar dan impor sebesar US$18 miliar.
Pelaksana Tugas Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan nilai ekspor migas tercatat sebesar US$1,06 miliar atau turun 31,35 persen.
Sedangkan nilai ekspor nonmigas turun 6,96 persen dengan nilai US$20,40 miliar,” kata Amalia dalam konferensi pers perkembangan ekspor impor Indonesia Januari 2025, Senin, 17 Februari 2025.
Surplus pada Januari 2025 ditopang oleh komoditas nonmigas. Kontributor utamanya adalah bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani/nabati, serta besi dan baja.
Sementara itu, Amalia menyatakan neraca perdagangan komoditas migas mencatat defisit sebesar US$1,43 miliar. “Di mana penyumbang defisit utama adalah minyak mentah dan hasil minyak,” imbuhnya.